Selasa, 28 Desember 2010

Mengelola Kecerdasan Otak Bayi

Stimulasi dan nutrisi saat bayi dalam kandungan ialah dua hal yang
saling terkait dan tidak bisa lepas di balik rahasia pertumbuhan dan
perkembangan otak ana. Begitu ajaibnya perkembangan otak bayi karena
semua sel otak dibentuk di dua trimester awal kehidupan. Dan pada akhir
trimester kedua yaitu saat usia kehamilan memasuki akhir minggu ke-26,
bayi memiliki sekitar 150 milyar sel otak.

Jumlah sel ini memang sangat banyak, tapi mulai dari saat itu hingga
bayi lahir tiga bulan setelahnya, lebih dari 100 milyar atau sekitar dua
pertiga dari sel otak itu mati. Para dokter percaya bahwa ini terjadi
karena sel otak harus terhubung satu sama lainnya untuk terus hidup.
Sel-sel otak yang tidak terhubung akan dibuang dan terpangkas karena
mereka tidak memiliki fungsi. Maka, disinilah letak pentingnya stimulasi
bagi otak saat bayi dalam kandungan atau pada fase prenatal.

Faktor stimulasi bagi otak akan lebih mengarah pada ketajaman fungsi dan
kecerdasan. Semakin sering distimulasi maka semakin kuat koneksi
antarsel saraf otak. Stimulasi yang dilakukan pada fase ini, yaitu saat
bayi dalam kandungan, membuat bayi lebih cepat mengembangkan indera
penglihatan, pendengaran, maupun syaraf motorik.

Dengan memberikan suatu kondisi lingkungan prenatal yang kaya dengan
rangsangan, bayi dikondisikan untuk mengembangkan sel-sel otaknya
sehingga jaringan otak yang lebih kuat dapat terbentuk.
Rangsangan-rangsangan ini bertujuan untuk menyambungkan sel-sel otak
sehingga tingkat kesadaran dan persepsi bayi semakin tinggi.

Salah satu alasan penting untuk rangsangan sebelum kelahiran dan
mendukung pembangunan jaringan saraf adalah bahwa pada saat minggu ke-29
masa kehamilan, proses apoptosis terjadi. Apa yang dimaksud dengan
apoptosis? Ini adalah proses sebagai bagian dari mekanisme biologi tubuh
manusia, dimana proses ini memangkas jaringan yang tidak diperlukan atau
tidak diinginkan sehingga jaringan sel otak yang lain dapat bekerja
dengan lebih baik.

Jika bayi menggunakan otaknya lebih sering pada tri semester terakhir,
maka semakin banyak sel otaknya yang akan terus hidup. Riset menemukan
bahwa rangsangan dari orang tua – baik ayah dan ibu akan semakin
merangsang sel otak untuk berhubungan satu dengan yang lainnya.

Manfaat stimulasi prenatal
Dengan memberikan rangsangan pada kandungan, jumlah neuron atau sel otak
yang dipangkas dapat diminimalisasi. Tapi patut diingat, bahwa sang ibu
harus terus megonsumsi makanan sehat dengan kecukupan gizi sesuai dengan
aktivitasnya, istirahat yang cukup, dan tidak mengonsumsi alcohol,
obat-obatan, rokok, atau racun lainnya yang data membahayakan si bayi.

Menilik beberapa manfaat stimulasi prenatal secara tidak langsung ini
juga memiliki banyak manfaat tidak langsung, seperti, membangun hubungan
special yang mendekatkan ibu dengan bayi yang baru lahir, serta
meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui makanan sehat untuk
perkembangan otak bayi.

Kesuksesan menyusui juga dapat ditingkatkan setidaknya pada empat hingga
enam bulan pertama dipicu dari pemikiran pentingnya memberikan yang
terbaik untuk bayi. Stimulasi saat prenatal turut membantu meningkatkan
kekuatan saraf bayi.

Meningkatkan jumlah sel otak bayi dan jumlah jaringan sel otak karena
rangsangan yang diberikan kepada bayi saat ia dalam kandungan, adalah
salah satu manfaat dan tujuan utama dari stimulasi bati saat dalam
kandungan. Yang paling penting dari semua rangkaian stimulasi itu,
tingkat kepandaian bayi akan meningkat dan dasar-dasar, karakter penting
seperti kepercayaan diri dan optimisme akan muncul.

Tentu saja proses ini akan menyenangkan dan membantu seluruh anggota
keluarga untuk memiliki hubungan dekat dengan si bayi yang akan segera
lahir dan siap menyambutnya menjadi anggota keluarga baru. Riset
membuktikan bahwa mengikuti program ini membantu membuat ikatan
kekeluargaan yang kuat dengan bayi. Program ini juga membantu ayah dan
kakak-kakak untuk membentuk ikatan dengan bayi yang lebih penuh kasih
dan pengertian.

*Fungsi bunyi dan sentuhan*
Ada banyak program prenatal yang dapat dilakukan, namun pada
kenyataannya terdapat banyak kesamaan dasar, yaitu dengan menggunakan
bunyi dan sentuhan. Lewat penggunaan suara, hal ini dapat dilakukan
dengan aktifitas sederhana seprti berbicara seperti biasa kepada bayi
dalam kandungan, atau dengan menceritakan kisah anak-anak misalnya.
Orang tua juga bisa menstimulasi misalnya dengan bernyanyi lagu-lagu
terutama yang banyak pengulangan.

Lewat penggunaan musik, turut memegang peranan dalam menstimulasi
perkembangan otak bayi, misalnya memakinkan musik sederhana kepada bayi,
atau musik klasik sekalipun, atau orang tua yang juga bisa memakinkan
alat musik. Sentuhan pun dipercaya dapat memberikan kedekatan natural
orang tua dnegan si bayi. Menyentuh sebaiknya harus lembut dan memiliki
ritme khusus, dan tidak mengagetkan sang bayi. Para ibu dapat memijat
secara lembut dan lama saat usia kehamilan tinggal enam minggu.

Sebaiknya jangan terlalu berlebihan untuk melakukan aktivitas prenatal
ini, sebab bayi masih membutuhkan tidur layaknya orang dewasa. Bahkan,
bayi dalam kandungan dapat tidur hingga 95 persen waktunya, tergantung
periode perkembangannya. Akan lebih baik jika dilakukan rutinitas dengan
aktifitas lain sehingga bayi dalam kandungan mampu mengantisipasi
periode aktivitas prenatal yang dilakukan.

*Otak kiri dan otak kanan*
Ada baiknya untuk turut mengetahui perkembangan otak kanan dan kiri
dalam kaitannya dengan kegiatan menstimulasi otak anak. Otak merupakan
pusat persaratan yang terbagi menjadi kanan dan belahan kiri. Apabila
otak kanan berkaitan denngan kreativitas, intuisi, dan seni, otak kiri
lebih terkait dengan kemampuan menganalisis, berpikir logis serta
mengarah pada sesuatu yang dihafal dan bersifat rutin.

Masing-masing sisi mengontrol hal-hal yang berbeda. Misalnya saat otak
kanan kita mengontrol sisi kiri tubuh kita yang lebih kreatif dan
emosional, otak kiri mengontrol analisis dan penilaian serta bagian
kanan tubuh kita. Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, kita
menggunakan bagian kanan otak, dan saat kita mengerjakan sesuatu yang
sudah kita ketahui atau pernah kita lakukan, otak kiri kitalah yang bekerja.

Kepribadian kita bisa jadi merupakan hasil dari kecondongan otak kita
untuk berpikir dnegan menggunakan otak kiri atau otak kanan dan
bagaimana dua sisi ini berinteraksi. Telalu menyederhanakan, apabila
terdapat opini bahwa mereka yang menggunakan otak kiri memiliki sifat
analistis dan sangat rapi. Kita juga mengenal otak kanan yangsangat
artistic, tidak dapat diduga, dan kreatif.

Sebenarnya, setiap orang menggunakan masing-masing sisi otak untuk
begitu banyak aktivitas sehari-hari, dan itu bergantung pula pada usia,
tingkat pendidikan, dan pengalaman dalam kehidupan. Saat kita harus
memilih menggunakan sisi otak yang mana merupakan saat untuk membentuk
karakteristik dan kepribadian kita. Maka, kembali lagi kepada peran
pemberian nutrisis dan stimulasi sejak dini, akan mendukung perkembangan
otak yang cerdas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar